Perguruan tinggi tidak sekadar berfungsi mencetak sarjana, magister, maupun doktor, melainkan juga harus mampu melahirkan seorang guru besar.
”Kampus yang mampu mencetak seorang guru besar, hal ini mengandung arti bahwa seorang guru besar pada hakikatnya adalah seorang pendidik, sekaligus peneliti yang hasil penelitiannya ditunggu oleh masyarakat luas sebagai bagian dari wujud pengabdian,” tuturnya.
Dikatakannya, pencapaian guru besar oleh seorang dosen merupakan penghargaan yang sangat tinggi dan prestisius yang diberikan oleh pemerintah. Tidak semua orang, khususnya dosen, mampu meraih dan menyandang gelar guru besar. Tentu saja, motivasi seorang dosen dalam meraih gelar tertinggi ini bukan karena aspek sosial dan materiil, melainkan idealisme tinggi untuk memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
”Di samping itu, peran guru besar menjadi sangat penting sebagai pelopor inovasi melalui pendidikan, riset, dan pengabdian serta karya besar untuk promoting juga meningkatkan image Universitas Pancasila,” tegasnya. (ibl/msb)

