Menurut Edie, dalam rangka menuju entrepreneurial university, LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) mulai memikirkan bentuk penelitiannya. Penelitian tersebut pada akhirnya bisa menghasilkan produk/jasa inovasi berdaya saing sekaligus berdaya jual bagi masyarakat luas.
“Hal ini akan sangat menguntungkan bagi semua pihak, yaitu ada produk/jasa hasil peneliti Universitas Pancasila,” ungkapnya.
Nantinya, ada pemasukan yang bisa kembali digunakan untuk biaya mandiri penelitian berikutnya. Sekaligus untuk insentif/kesejahteraan peneliti.
“Produk/jasa tersebut juga akan lebih bisa diterima masyarakat karena ada nama Universitas Pancasila di belakangnya,” tutur Edie.
Edie mengutarakan, UP memiliki Rencana Induk Penelitian 2020-2024 yang fokus penelitian meningkatkan daya saing IKM dan kesejahteraan masyarakat. Dalam mencapai “Research University”, UP membangun budaya penelitian dikalangan dosen dan mahasiswa melalui pusat kajian untuk penelitian multidisiplin.
Untuk tingkat fakultas dan kelompok keilmuan, untuk penelitian interdisiplin, untuk tingkat program studi. Selain itu, dalam HUT ke-55 UP tersebut, Edie membeberkan berbagai capaian dan prestasi telah diraih oleh dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan yang membawa nama baik pihaknya. Prestasi tersebut baik di tingkat nasional, regional, dan internasional.
