Bahkan untuk menunjang pemulihan pariwisata, Herman memberi support, kawasan Ekas menjadi penunjang event WSBK dan MotoGP. “(Agenda WSBK) deket itu, rumah makan terapung kalau di keluarkan lagi di media, dipromosikan lagi, bagus,” imbuh Kapolres, Herman.
Secara terpisah, Aishah, yang dihubungi wartawan mengaku kesulitan melakukan aktivitas di Ekas Adventure. Di sekitar lokasi itu, ada oknum warga (orang-orang YE) berusaha mencegah Aishah beraktivitas mengelola yang menjadi haknya.
“Kami merasa tidak nyaman karena masih ada orang-orangnya mereka (YE, red) yang mengawasi dan terkesan mencegah kami mengelola resto yang menjadi hak kami,” ujar Aishah.
Aishah, memaparkan kronologis kesepakatan kerjasama yang dijalin antara Alimin, dan YE. Saya, kenang Aishah, bertemu dengan YE, dan dipertemukan suaminya, SA. Pak Alimin adalah real ownernya ruang laut dan resto apung yang lama. Di awal diskusi, YE menyuruh saya buat resto apung saya sendiri di ruang laut yg di miliki “dia” sebesar 71 hektar, tapi setelah saya cari tahu, ternyata ruang laut itu milik Pak Alimin.

