Setelah resto dibangun, lanjut Aishah, YE coba menguasai penuh resto apung saya sehingga saya pertegas untuk minta hak saya kembali. Dan sampai saat ini, saya dipersulit. Dalam perjanjian awal, saya mengoperasikan resto apung saya dan berbagi hasil 50 : 50 dengan YE karena menggunakan rumah apung yang dijadikan tempat masak resto itu.
Setelah masalah ini mencuat (dilaporkan secara huķum, red), YE justru menghilang. Informasi yang diterima Aishah, YE lari ke Nusa Tenggara Timur (NTT). “Dan kalau benar itu punya-nya dia, pasti akan pertahankan bukan lari ke NTT,” pungkas Aishah. (bam/msb)

