DeVuono, seorang praktisi perawat, dan Urraro, seorang perawat praktis berlisensi, memasukkan informasi palsu itu ke dalam database imunisasi negara.
Sementara Jaksa mengatakan, keduanya memalsukan kartu palsu yang menunjukkan vaksin diberikan kepada seorang detektif yang menyamar.
Petugas menggeledah rumah DeVuono dan menyita uang tunai USD900.000. Polisi juga menyita buku besar yang menunjukkan keuntungan lebih dari USD1,5 juta dari praktik yang dimulai pada November 2021.
