IPOL.ID – Direktur Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS), Yusuf Wibisono mengungkapkan bahwa kinerja tinggi penanggulangan kemiskinan periode Maret – September 2021 dengan capaian penurunan angka kemiskinan hingga 9,71 persen, tidak berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan kerja, bahkan berlawanan arah.
“Pada waktu yang relatif bersamaan dengan berkurangnya 1,04 juta penduduk miskin, jumlah pengangguran justru bertambah 356 ribu orang, dari 8,75 juta orang pada Februari 2021 menjadi 9,1 juta orang pada Agustus 2021,” kata Yusuf Wibisono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/1).
Dia menjelaskan Ketidakseimbangan pasar tenaga kerja, yaitu menganggur, setengah menganggur dan upah rendah, seharusnya menjadi kontributor terbesar kemiskinan, dikarenakan rendahnya tingkat mobilitas, daya tawar dan kapasitas mencari pekerjaan alternatif bagi si miskin.
“Kinerja luar biasa pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan ini menimbulkan sejumlah tanya karena pada periode Maret–September 2021 Indonesia dihantam gelombang ke-2 pandemi dengan sangat keras, yang berpuncak di bulan Juli 2021,” ungkap Yusuf.
