“Jadi meski terinfeksi tapi karena tervaksin dengan baik sehingga implementasinya manifestasi klinisnya lebih ringan, jadi pesan saya yang belum vaksin segera cari tempat vaksin dan tetap jaga protokol kesehatannya,” tukas dia.
Widyastuti menekankan, sekali lagi bahwa memang vaksinasi tidak bisa menyebabkan tidak sakit. Jadi vaksinasi ini memberikan penurunan kalaupun sakit tidak menjadi parah. “Dan itu terbukti”.
Tingkat dengan vaksinasi dosis pertama dan kedua telah di atas 100 persen, warga DKI Jakarta relatif tumbuh anti bodi sehingga tingkat hunian di rumah sakit jadi lebih rendah.
“Kalau tahun lalu saya ingatkan sekitar 12.000 tempat tidur, saat ini kami siapkan baru terpakai 3.000. Itu menunjukkan bahwa varian Omicron relatif lebih ringan gejala daripada yang lain,” tuturnya.
Sekali lagi tetap Booster dilakukan, kalau vaksinasi dosis pertama dan kedua yaitu sehari bisa sampai 200.000 warga tervaksin karena kolaborator banyak dan warga yang mengikuti vaksin antusiasnya tinggi.
“Nah saat ini turun nih. Sehari paling sekitar 5.000-10.000 orang, masih sangat jauh dibanding dosis satu dan dua,” ujarnya.
