Ketua Pelaksana EHJ, Elaine menyatakan kegiatan itu merupakan sebuah gerakan global untuk mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, serta pemerintah di berbagai belahan dunia untuk menunjukan kepedulian dan kontribusinya terhadap upaya penanggulangan perubahan iklim secara simbolis dengan mematikan lampu dan peralatan elektronik setiap Sabtu minggu terakhir bulan Maret.
“Dampak dilepasnya gas emisi ke udara karena penggunaan energi adalah naiknya temperatur bumi yang berdampak pada perubahan iklim yang membawa banyak dampak buruk seperti kebakaran hutan, kenaikan level air di permukaan laut, hujan asam dan bencana alam lainnya,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum AGP Heka Hertanto sangat mendukung kegiatan EHJ untuk mematikan lampu. Perubahan iklim global makin nyata dampaknya dengan terjadinya bencana yang sebelumnya tidak ada. Ini terjadi karena dampak perubahan iklim. Heka mengajak warga untuk mematikan lampu dan alat elektronik selama minimal 60 menit dan khusus untuk Artha Graha Peduli diseluruh Indonesia akan memadamkan lampu selama 90 menit untuk memberikan istirahat kepada bumi semoga lingkungan lebih lestari untuk kehidupan yang lebih baik.
