“Ancaman perubahan iklim sudah nyata. Diperkirakan terjadi pada tahun 2030, namun kenyataannya sudah terjadi sekarang,” Jelas Heka.
Dia menyebutkan pendiri AGP Tomy Winata sangat serius pada perubahan iklim dan ekosistem. Di hulu Sungai Citarum AGP melakukan pembibitan dan penyediaan bibit pohon serta sosialisasi dan pendampingan warga penggarap lahan untuk mengubah pola bertani masyarakat.
“Di Pesisir Barat Lampung, AGP menjadikan kawasan Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sebagai pusat rehabilitasi harimau Sumatera dan hewan langka lainnya untuk menjaga keseimbangan ekosistem mengingat Tambling memiliki ekosistem hutan hujan, rawa dan laut sehingga dengan memperbaiki, merawat dan menjaga diharapkan keberlanjutan ekosistem yang baik sebagai upaya bersama menghadapi ancaman perubahan iklim,” tegas Heka.
Rangkaian perayaan acara Earth Hour 2022 di Kawasan SCBD diramaikan dengan acara Talkshow yang berjudul “Be The Solution, Not The Pollution”, dan pemadaman listrik selama 90 menit mulai dari 20.30 – 22.00.
