“Kami adalah negara Hindu dan kami tidak ingin melihat pakaian keagamaan apa pun di lembaga pendidikan negara ini,” kata Presiden kelompok Hindu Akhil Bharat Hindu MahaSabha, Rishi Trivedi seperti dikutip dari Reuters.
“Kami menyambut baik putusan pengadilan dan ingin aturan yang sama diikuti di seluruh negeri,” tambahnya.
Larangan pengenaan hijab di Karnataka telah memicu protes sejumlah siswa dan orang tua Muslim. Aktivis HAM India mendukung protes tersebut.
Para pengkritik larangan mengatakan itu adalah cara lain untuk meminggirkan warga Muslim di India. Sebanyak 13 persen dari total penduduk India yang mencapai 1,3 miliar.
Agar larangan tidak berlaku secara nasional, seorang siswi bernama Ayesha Hajeera Almas berencana mengajukan banding atas putusan pengadilan yang melarang jilbab ke Mahkamah Agung.
Gadis berusia 18 tahun itu mengatakan dia tidak bersekolah sejak akhir Desember setelah pihak berwenang melarang gadis-gadis Muslim mengenakan jilbab. Ia pun sangat berharap larangan ini tak berlaku secara nasional.
