Adang menjelaskan, agar stok darah bagi para ibu hamil, korban kecelakaan dan lainnya, tetap aman. Sejauh ini, dalam menghimpun darah, PDDI di daerah dan pusat telah menyasar masuk ke sekolah-sekolah dan kampus-kampus.
Bentuk program unggulan PDDI yang selama ini dijalankan antara lain “Goes to School” dan “Goes to Campus”, sebagai upaya mencari donor pemula dan sebagai kader pendonor agar donor darah menjadi budaya bangsa.
Menurutnya, kebutuhan darah dan komponen darah lainnnya terus mengalami peningkatan cukup signifikan. Di tahun 2020 lalu, jumlah kantung darah yang berhasil digalang dari para pendonor mencapai 12,37 juta kantung atau setara 4,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia.
Adang menambahkan, menjelang ramadhan nanti, pihaknya juga bakal mengumpulkan masyarakat mendonorkan darahnya. “Pada bulan puasa nanti kita akan kumpulkan, donor darah dilakukan usai berbuka puasa,” ungkap dia.
Pada tahun sebelumnya, di DKI Jakarta telah digalang donor darah setiap harinya. Disiapkan sebanyak 1.000 – 1.200 kantung darah untuk memenuhi kebutuhan darah di 54 rumah sakit.

