“Saya kira ini sudah bagus. Tentunya, kita harus terus menjaga agar pasca dari Idul Fitri yang biasanya tahun kemarin ada lonjakan, di tahun ini dengan adanya sistem atau persyaratan untuk Booster diharapkan laju Covid-19 pascaarus mudik atau pasca-Idul Fitri bisa betul-betul kita kendalikan. Karena wilayah Jawa Timur angkanya sangat bagus, 235 kasus hariannya, jauh lebih bagus dibandingkan wilayah lainnya. Ini tentunya harus dipertahankan,” papar Sigit.
Terkait volume lonjakan penumpang, Sigit mengungkapkan, dari data yang disampaikan pihak terkait, puncak arus mudik di Pelabuhan Tanjung Perak sudah terjadi di H-7 Lebaran 2022. Jumlah penumpangnya mencapai 7.000 orang.
“Namun jika dibandingkan 2019, maka tahun ini masih lebih rendah, kurang lebih 36 persen selisihnya. Apabila dibandingkan dengan tahun 2020 terjadi peningkatan 138 persen. Jadi saya lihat bahwa sampai hari ini rata-rata sudah diangka 32.000. Tentunya dibandingkan situasi normal yang rata-rata 2.000 tetap ada peningkatan,” pungkasnya. (ibl)
