Lebih lanjut Erick menyampaikan, saat ini BUMN di Indonesia baru memiliki total 1% digital talent. Sedangkan minimal total yang dibutuhkan adalah 20%.
“Untuk itu, Telkom dan Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital dengan talenta digital terbaik yang dimilikinya, harus menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia dengan berbagai inovasinya. Karena dengan terus berinovasi, ekosistem digital Indonesia bisa dimiliki kembali oleh negeri,” tuturnya.
Acara selanjutnya, Menteri BUMN didampingi Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, menyerahkan santunan kepada 1.000 anak yatim sebagai bagian dari program TelkomGroup Siaga RAFI 2022, berupa uang tunai, dan bantuan kuota belajar.
Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN bersama Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam dan Direktur Utama Mandiri Darmawan Junaidi meluncurkan voucher fisik Telkomsel dan kartu E-Money Mandiri dengan edisi karakter Bumilangit untuk mendukung industri kreatif Indonesia. Peluncuran kartu e-Money dengan desain karakter Bumilangit ini memiliki latar belakang 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Indonesia, yaitu Toba, Mandalika, Borobudur, Labuan Bajo, dan Likupang.
