Satelit BlackSky digunakan oleh lembaga pemerintah bersama dengan grup perusahaan besar yang dikenal sebagai Global 2000, menurut Rocket Lab.
Platform untuk BlackSky, yang disebut Spectra AI, menggunakan teknik kecerdasan buatan untuk mengotomatiskan pendeteksian informasi yang berubah dengan cepat bagi pelanggannya.
“BlackSky mendukung pengambilan keputusan penting sehari-hari di berbagai aplikasi yang mencakup keamanan dalam negeri, intelijen rantai pasokan, manajemen dan respons krisis, infrastruktur penting, dan intelijen ekonomi,” tutur Rocket Lab.
BlackSky juga merupakan salah satu perusahaan yang telah membantu dunia memantau invasi Rusia yang sedang berlangsung ke Ukraina.
Rocket Lab telah mengumumkan beberapa misi yang akan datang, termasuk satu yang dijadwalkan untuk kuartal kedua tahun 2022. Mereka akan mengirim tiga satelit demonstrasi ke atas untuk perusahaan E-Space.
“E-Space bertujuan untuk mengurangi persyaratan peluncuran untuk konstelasi penuh menjadi berbulan-bulan, bukan bertahun-tahun -mengurangi waktu yang diperlukan untuk menskalakan, mengisi kembali, atau memberikan sistem penuh,” kata Rocket Lab tentang kontrak yang baru-baru ini diumumkan.
