Hasyim Asy’ari merinci, anggaran Pemilu 2024 untuk kebutuhan badan adhoc yakni honor dan operasional kerja badan adhoc sebesar Rp34,443 triliun (44,93 persen) dari anggaran. Honor badan adhoc pada 2024 naik cukup signifikan bahkan hampir tiga kali lipat.
Misalnya, honor KPPS untuk Pemilu 2024 rencananya sebesar Rp1,5 juta per orang. Sebelumnya honor KPPS di Pemilu 2019 sebesar Rp550.000.
Honor PPK juga naik dari Rp1,8 juta pada 2019 menjadi Rp3 juta di tahun 2024. Lalu PPS dari Rp1,3 juta menjadi Rp2,45 juta.
Untuk kebutuhan logistik pemilu dialokasikan Rp16,017 triliun atau 20,90 persen dari total anggaran. Pihaknya juga membuat pos anggaran untuk alat pelindung diri sebesar 6,07 persen atau Rp4,652 triliun.
Terakhir, lanjut dia, KPU menganggarkan untuk Pemilihan Presiden putaran kedua. Anggaran itu untuk honor KPPS selama satu bulan, logistik, pemungutan dan penghitungan suara, serta rekapitulasi penghitungan suara yakni Rp14,479 triliun atau 18,89 persen dari total anggaran.
