Dia menambahkan, hingga kini terdapat sekitar 50 kepala keluarga (KK) yang masih bertahan di tenda posko pengungsian belakang Kampus Mpu Tantular.
Jumlah warga yang bertahan di posko pengungsian ini, lanjutnya, sudah berkurang seiring waktu. Karena beberapa sudah menyewa kontrakan baru untuk tempat tinggal sementara.
“Agak berkurang, mengingat kondisi anak-anak mereka yang masih balita di tenda sehingga mengontrak sementara. Kalau sekarang sekitar 50 KK. Kita lagi data untuk diserahkan ke pemerintah,” imbuh Yongki.
Sebelumnya, Kasi Perlindungan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Sudin Sosial Jakarta Timur, Ridwan menuturkan, bantuan logistik dihentikan pada Kamis (5/5) bila tidak ada permintaan.
“Untuk sementara sampai tanggal 5. Selanjutnya kita belum tahu, kecuali kalau memang ada permintaan lagi dari Lurahnya untuk makan siap saji,” ujar Ridwan.
Bantuan makanan siap saji untuk warga Pasar Gembrong sebelumnya dipasok selama tanggal 25-27 April. Hingga diperpanjang selama dua hari sampai tanggal 29 April 2022.
