Sementara itu, Pedagang Mainan Pasar Gembrong, Umi mengatakan, sejak tahun 1998, dia sudah berdagang mainan di sini. “Saya tetap dagang setiap Lebaran dan alhamdulillah selalu ramai, saya jualan mainan komplit dan pembeli yang datang ada yang dari daerah, mereka datang untuk beli mainan, semua mainan seperti tembak-tembakan,” kata Umi.
Menurutnya, kalau mainan tembak-tembakan ini pada saat musiman Lebaran saja. Kalau hari biasa semua dibeli, kalau tembak-tembakan momen Lebaran saja yang banyak peminatnya. Sekarang ini mainan yang banyak seperti tas mobil-mobilan, maupun sepatu roda.
Untuk mainan yang paling murah, sambungnya, diharga Rp 20.000 dan yang paling mahal ada harganya mencapai Rp 4 juta sampai 5 juta rupiah, seperti mobil remote control dan harganya bervariasi. Namun, untuk Lebaran kali ini masih terbilang kurang ramai pembeli.
“Lebaran kali ini tidak ramai pembeli karena banyak yang mudik, ramainya pas tahun kemarin, pas Covid-19 gak ada yang mudik, apa lagi Covid pertama, itu lebih ramai lagi pembeli,” ungkap dia. (ibl)
