Dalam melakukan pencarian, Tim SAR juga menurunkan sejumlah alat canggih yang dimiliki.
“Pada masa darurat 15 menit sejak laporan diterima, Tim SAR melakukan pemindaian menggunakan drone dengan sensor yang mendeteksi panas tubuh,” kata Muliaman.
“Setelah 15 menit pencarian dilanjutkan dengan menggunakan perahu dan kendaraan untuk menyisir area daratan tepian sungai. Selama proses pencarian SAR, Tim KBRI mendampingi keluarga yang ada di sana menyusuri tepian sungai menuju ke arah lokasi awal dimulainya renang dengan harapan dapat menemukan tanda-tanda atau petunjuk yang dapat membantu proses pencarian,” sambungnya.
Namun, pencarian itu masih belum menemukan hasil. Tim SAR kembali mencari Eril pada Jumat 27 Mei 2022.
Penelusuran dilakukan dari lokasi awal Eril berenang, dilanjutkan ke area hilangnya kontak. Kemudian menyusuri sisi sungai sepanjang 7 km menuju hilir.
“Cakupan area pencarian sekitar 17 km di sepanjang sungai dimulai dari jembatan Tiefenau sampai ke pintu air Hornsea,” ujar Muliaman.
