Diketahui sebelumnya, banjir pada tiga kecamatan yang terjadi pada Rabu (1/6), pukul 06.00 WIB. Itu berlangsung setelah hujan ringan hingga lebat yang memicu debit air Sungai Matekan meluap.
Sebanyak 276 kepala keluarga (KK) yang tersebar di tiga kecamatan itu terendam banjir. Rumah sejumlah keluarga tersebut terendam namun tidak ada laporan kerusakan. BPBD Kabupaten Probolinggo melaporkan tidak ada warganya yang menjadi korban atau mengungsi.
Merespons peristiwa itu, BPBD bersama unsur terkait melakukan patrol di wilayah terdampak. Petugas BPBD yang dibantu TNI, Polri dan aparat desa melakukan kaji cepat kebutuhan.
Abdul Muhari berpesan, masyarakat diimbau untuk siap siaga, seperti mengaktifkan rencana kesiapsiagaan keluarga. Warga dapat mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko di sekitar rumah atau lingkungan yang dipicu faktor hidrometeorologi.
“Di samping itu, ketahui rute evakuasi, tempat evakuasi sementara dan siapkan tas siaga bencana,” tutup dia. (ibl)
