Adi, masyarakat desa Sukajaya menyampaikan dengan adanya BBM Satu Harga ini tentunya sangat berpengaruh dengan kegiatan perekonomian masyarakat yang mayoritas petani.
“Masyarakat di desa Sukajaya kini tidak perlu lagi menempuh jarak kurang lebih 70 kilometer untuk membeli BBM dengan harga yang sama dengan di kota,” ujar Adi.
Sementara itu, di sisi LPG, guna mendekatkan produk LPG kepada masyarakat, khususnya di daerah pelosok, Pertamina mengusung program One Village One Outlet (OVOO) atau satu desa satu pangkalan. OVOO bertujuan meningkatkan ketersediaan layanan LPG, sehingga masyarakat tidak perlu lagi membeli dengan harga tinggi di pengecer.
Untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan, OVOO sudah mencakup 60 kota dan kabupaten, lebih dari 779 kecamatan dan di lebih dari 8.333 kelurahan.
Selain mengembangkan Pangkalan LPG 3 Kg, program OVOO Pertamina juga terus mendorong pengembangan outlet Pertashop untuk mendistribusikan Bright Gas, BBM berkualitas serta produk pelumas Pertamina. Hingga saat ini tercatat sebanyak 1.044 outlet Pertashop telah siap beroperasi sehingga bisa mendukung distribusi energi yang semakin merata sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi desa.
