IPOL.ID – Stabilisasi harga BBM yang dilakukan pemerintah Prabowo mendapatkan apresiasi dari legislator Golkar di Senayan.
Dengan adanya kebijakan tersebut, daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian geopolitik imbas perang AS-Israel terhadap Iran berjalan normal.
“Dalam kondisi seperti sekarang, bisa tidak naik harga, khususnya BBM subsidi, itu sudah merupakan perjuangan yang tidak mudah. Pemerintah menunjukkan keberpihakan yang nyata kepada rakyat dengan menjaga daya beli di tengah tekanan global,” ujar Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Muhammad Sarmuji, Minggu (5/4/2026).
Dikatakanya, stabilisasi harga BBM merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap rakyat. Pasalnya, kata situasi geopolitik memicu krisis dan lonjakan harga energi yang terasa di sejumlah negara.
“Kita berharap konflik geopolitik dapat segera berakhir sehingga tekanan terhadap harga minyak dapat mereda,” bebernya.
Meski begitu, Sarmuji mengingatkan agar pemerintah memperkuat strategi mitigasi risiko energi, termasuk optimalisasi cadangan energi nasional, diversifikasi sumber energi, serta peningkatan efisiensi distribusi BBM agar tepat sasaran. Selain itu, transparansi pengelolaan subsidi dan kompensasi energi perlu dijaga agar kebijakan yang diambil akuntabel dan berkelanjutan.
