IPOL.ID – Harga popok bayi di Indonesia berpotensi naik hingga 30 persen menyusul lonjakan harga bahan baku yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini tidak hanya membebani konsumen, tetapi juga mengancam keberlangsungan industri popok nasional, termasuk risiko penghentian produksi dan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) mengungkapkan, biaya bahan baku popok melonjak drastis hingga 100 persen dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya harga minyak mentah dunia sebagai imbas konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Direktur Komite Diapers APKI, Oto Gunasis, mengatakan bahwa industri popok nasional saat ini berada dalam tekanan berat. Ia memperingatkan, jika dalam satu hingga dua bulan ke depan tidak ada kepastian pasokan bahan baku, maka ketersediaan popok di pasar bisa terganggu serius.
“Perubahan harga bahan baku yang sangat cepat membuat perhitungan biaya produksi menjadi tidak stabil. Industri perlu melakukan penyesuaian secara realistis dan terukur agar tidak mengalami tekanan yang lebih dalam,” ujar Oto, dikutip Senin (27/4/2026).
