Pelayanan ramah, cepat, fasilitas bersih dan nyaman, hingga makanan serta obat-obatan yang diberikan secara teratur sesuai kondisi kebutuhan. Semuanya sudah Bimo rasakan sebagai pasien sekaligus peserta JKN-KIS.
“Terima kasih untuk BPJS Kesehatan dan juga seluruh peserta JKN-KIS, karena selama perjuangan sembuh dari penyakit usus buntu dulu itu juga berkat pertolongan dari peserta lainnya, jika tanpa bantuan tersebut mungkin kami tidak bisa terhindar dari biaya perawatan dan operasi yang mencapai belasan bahkan puluhan juta rupiah. Saya berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya program JKN-KIS ini,” lanjut Bimo. (DT/dv)
