“Kalau dibilang mogok, kami enggak mogok. Karena untuk kargo jemaah haji kami tetap melayani. Karena Embarkasi Lampung, Jawa Barat, Pondok Gede, Jakarta, Solo tetap berjalan,” katanya.
Terkait persoalan itu, Setioso melanjutkan, perwakilan pekerja Damri Logistik sudah melakukan musyawarah membahas masalah pada Jumat (10/6) di kantor pusat Damri, Kecamatan Matraman.
Tapi hingga kini belum ada hasil yang memuaskan, sedangkan 85 pekerja Damri Logistik terpaksa berutang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka sehari-hari.
“Karena utang sudah menumpuk. Di rumah sudah enggak ada jalan apa-apa ya kami bergerak, sudah keterpaksaan. Masalah perut ini. Tapi kami tetap melakukan negosiasi secara hati,” ucap dia.
Setioso mengatakan, hingga kini Serikat Pegawai Damri Cabang Logistik tetap membuka peluang menyelesaikan masalah secara musyawarah tanpa melakukan aksi mogok.
Menurutnya, manajemen Damri Logistik memiliki tenggat untuk menyampaikan jawaban atas pembayaran 85 gaji pegawai paling lambat pada Sabtu (18/6) pagi.
