Muhadi sendiri merupakan jemaah haji gelombang dua, di mana kloternya akan bergerak ke Madinah di tanggal 28 Juli untuk melaksanakan ibadah Arbaiin. Namun yang bersangkutan setuju untuk nantinya ditanazulkan, mengingat masih membutuhkan pengobatan yang lebih lanjut di Indonesia.
”Aku arep (mau) pulang nang (ke) Indonesia wae (saja),” ujar Muhadi.
Visitasi jamaah haji sakit ke RSAS merupakan bentuk support pemerintah kepada jemaah haji yang sedang di rawat, terutama support psikis. Di sisi lain juga sebagai bentuk pemantauan dan evaluasi bagi Tim Dokter KKHI untuk menilai kondisi kesehatan jemaah sakit yang dirawat di RSAS.
Visitasi dilakukan Setiap hari selama ada jemaah haji indonesia yang dirawat di RSAS. Pasca-Armuzna, setiap harinya terdapat tiga tim yang diterjunkan untuk visitasi, dimana masing masing tim terdiri dari satu orang dokter dan sau Tim Pendukung Kesehatan (TPK).
Sampai Sabtu (23/7) pukul 14.00, jamaah haji yang dirawat inap di Rumah Sakit Arab Saudi sebanyak 37 orang. Mereka tersebar di empat rumah sakit, yaitu RS King Faisal, RS King Abdul Aziz, RS King Abdullah, dan RS Al Noer. Jamaah haji dirawat seuai dengan spesialisasi layanan di setiap rumah sakit.
