Di samping itu, Anies juga mengapresiasi Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) atas kolaborasi dalam merealisasikan proses pembangunan Gapura Chinatown Jakarta.
“Sebab, tanpa kolaborasi ini, tentu Jakarta akan terasa berat untuk menjadi kawasan yang menghadirkan kesetaraan. Selain itu juga, kami mengapresiasi peran Dinas Kebudayaan, sehingga kiranya akan semakin mengembangkan daya tarik kawasan pecinan sebagai salah satu objek wisata di Jakarta,” ungkap Anies.
Melalui pembangunan ini, lanjut Anies, tidak hanya akan menjadi nilai tambah tersendiri untuk semakin menarik wisatawan, tetapi juga sebagai pengingat dalam merawat nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan kepada generasi sekarang.
Diketahui, mulanya bangunan gapura di kawasan ini ada sejak abad ke-18. Lalu, pada masa pendudukan Jepang, gapura yang asli dihancurkan. Akhirnya gapura tersebut kembali berdiri. (pes).
