“Ada ribuan ikan itu mati mengambang bareng sama jeroan kambing jeroan sapi, kita baru mau laporkan ke Dinas LH ini ikan tetap diangkut,” ujar dia pada wartawan, Senin (11/7).
Menurutnya, pernah kejadian seperti itu juga saat momen Idul Adha tahun lalu, cuma ini yang lebih parah, jelas dampaknya parah sama warga pasti bau.
“Yang jelas, paling utama, jeroan kalau dibuang ke kali itu bau banget aslinya, jeroan itu tidak boleh dibuang ke kali, bangkai binatang apapun juga apalagi joran nggak boleh, kalau jeroan ada yang dibuang ada yang dikarungin yang dikarungin ini yang tidak kelihatan,” ungkap dia.
Di satu sisi, bagi pencari ikan sapu-sapu, insiden ribuan ikan mati merupakan rezeki nomplok. Karena mereka tidak perlu bersusah payah menangkap ikan apa dengan dijala atau dipancing.
Bila di hari biasanya pencari ikan hanya bisa mendapat beberapa kilogram (kg). Kini mereka dapat membawa lebih dari 30 kg daging ikan sapu-sapu. Ikan sapu-sapu itu nantinya dijual seharga Rp 15 ribu per kg ke langganan mereka.
