“Proyek sosial saya ajukan mengadaptasi ekonomi sirkular yang diterapkan SCG. Menurut saya, ESG itu prinsip/standar perusahaan yang menyatukan lingkungan, sosial, dan tata kelolanya agar kegiatan bisnis dapat memberikan dampak berkelanjutan. Maka saya mengaplikasikan prinsip-prinsip itu pada proyek saya agar bermanfaat secara berkelanjutan,” terang Elsa.
Pada kegiatan itu, dilakukan talkshow guna menginspirasi para scholars dengan beberapa pembicara, yakni Founder Gerakan Sociopreneur EWasteRJ, Rafa Jafar, dan PARASOL (Printable Alternative Solar Roll), pencipta inovasi Solar Roll Alternatif dari limbah plastik yang juga merupakan Juara 1 Tingkat ASEAN pada kompetisi “ESG Hacks To Heal Our Planet” yang diselenggarakan SCG secara regional.
“Kami berharap SCG Sharing the Dream dapat lebih berdampak dan strategis dalam mendukung pemerintah menuntaskan masalah pendidikan serta kesenjangan sosial di masyarakat, sejalan dengan kampanye ESG 4 Plus kami di Indonesia,” tutup President Director PT. SCG Indonesia, Chakkapong Yingwattanathaworn. (Joesvicar Iqbal/msb)
