Menurut Umi Rohmi, melalui Amani Eco School, anak-anak, perempuan dan penyandang disabilitas dapat memiliki akses dan hak yang sama untuk dapat berkontribusi di tengah-tengah masyarakat.

Umi Rohmi juga berharap, ke depan Amani Eco School ini dapat bermanfaat dan terus bergerak untuk mewujudkan NTB Hijau NTB Bersih.
Sementara itu, Siti Aisyah, Founder sekaligus Pimpinan LEIC Program menjelaskan, Amani Eco School ini akan berfokus pada ecology education yang akan menjadi menggerakkan literasi belajar untuk anak-anak dan difabel training center, yaitu pelatihan keterampilan bagi anak anak dan kelompok difabel.
Hasil keterampilan yang dimiliki oleh para difabel seperti pembuatan eco print, kerajinan daur ulang akan dijual ke Bank Sampah NTB Mandiri, sehingga bisa memberikan penghasilan bagi mereka. Aisyah juga menuturkan sebanyak 45-60 anak telah siap bergabung dalam kampanye membaca bersama.
“Rumah ini kecil, tapi mimpinya besar, khususnya untuk sahabat dan dan kakak kakak kita penyandang disabilitas. Terima kasih kepada PLN yang telah berkolaborasi membangun sekolah ini. Amani Eco School akan menjadi pusat kegiatan anak anak dan membantu disabilitas berkarya, kuat dan mandiri melalui pelatihan yang dilaksanakan,” tutur Aisyah.
