Temuan berteknologi tinggi itu dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karya Inovatif (PKM-KI) UGM dan memperoleh sumber dana dari Kemendikbudristek.
Ademas menjelaskan, produk Jacket Air Chuison Restraint Safety System Berbasis Arduino dapat mendeteksi kecelakaan secara otomatis. Caranya, dengan menggunakan sistem mikrokontroler dan sensor otomatis.
Apabila terjadi perubahan percepatan kendaraan yang signifikan dan kemiringan jaket yang melebihi derajat tertentu secara bersamaan, maka jaket akan mengembang secara cepat dengan tekanan udara yang tinggi.
“Jaket didesain mengamankan tubuh pengguna jika terjadi kecelakaan dan terdapat tekanan udara yang tinggi di dalam jaket,” tandasnya.
Sementara, dosen pendamping Tim PKM UGM, Maun Budiyanto berharap, produk jaket karya mahasiswa itu dapat segera diproduksi secara massal sehingga dapat digunakan oleh masyarakat luas untuk meningkatkan keamanan berkendara.
Menurut dia, perkembangan teknologi mikrokontroler yang pesat dapat mendorong percepatan karya inovatif yang baru. (ahmad)
