Direktur Eksekutif KPN Adib Miftahul menjelaskan, kata kunci dari pilihan masyarakat DKI Jakarta terhadap Pj Gubernur DKI Jakarta adalah netralitas dari kepentingan politik. Ini dengan dibuktikan persentase pilihan hingga 26 persen dan netralisasi dari masa lalu sebanyak 12 persen.
“Dari itu lah tergambar bahwa Pak Bahtiar itu leading. Karena gambaran politik DKI jelas, bahwa publik DKI tidak menginginkan polarisasi tajam,” ujarnya usai rilis hasil survei, Selasa (4/20) di salah satu hotel di Kota Tangerang.
Adib mengatakan, dua nama di luar Bahtiar dianggap reprentasi dari dua kutub berbeda. Heru Budi direpresentasikan perpanjangan tangan pusat, sementara nama Marullah diidentikan dengan penguasa DKI Jakarta saat ini.
Komunikolog Politik dan Hukum Nasional dari lembaga Forum Politik Indonesia, Tamil Selvan menjelaskan, hasil survei KPN menunjukkan bahwa ada beberapa poin yang bisa dilihat. “Poin yang pertama adalah antipati masyarakat terhadap politik masih cukup tinggi. Ini dibuktikan bahwa 66 persen tidak tahu kalau Anies akan berakhir Oktober 2022. Ini divalidasi lagi adanya 65 persen masyarakat yang tidak tahu bahwa Anies akan diganti dengan pejabat setingkat Pj Gubernur,” ucapnya.
