“Konsep konser festival dengan jaminan keamanan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan semua pihak, semakin kami matangkan setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak, baik Pemerintah setempat, TNI dan Polri,” kata Udin.
Selain itu, Owner FHD Enterprise ini juga menuturkan, pihaknya terpaksa menunda pelaksanaan konser ini dari jadwal yang sudah ditentukan, karena beberapa alasan lain.
Di antaranya, beberapa venue atau lokasi konser yang sebelumnya telah mendapatkan persetujuan dari pihak-pihak terkait, terpaksa dibatalkan karena kebijakan internal dari instansi tersebut, pascaperistiwa yang terjadi di Kanjuruhan, Malang.
“Salah satunya lapangan Yonif 511, demi alasan turut prihatin atas tragedi kemanusiaan di Kanjuruhan Malang tersebut, berimbas pada perizinan penggunaan lapangan untuk konser ini. Begitupun, dengan Sidoarjo, kami belum bisa menggunakan lapangan Brigif Dua Marinir Gedangan, Sidoarjo,” ujarnya.
Menyikapi hal ini, FHD Enterprise segera melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk manajemen Dewa 19, untuk melakukan yang terbaik buat masyarakat Jawa Timur, terkait pelaksanaan konser ini.
