Dia menjelaskan, HUT ibunya kali ini diibaratkan semacam rekor karena selama ini saat ulang tahun tidak mau dirayakan.
“Sebab di tempat kami itu ada semacam kepercayaan bahwa kalau kakek dan neneknya belum meninggal semua, maka pantang anaknya merayakan ulang tahun,” terang Evi.
Sebenarnya, lanjut dia, HUT sudah bisa dilaksanakan sekitar dua tahun lalu atau saat setahun nenek meninggal (kakek sudah meninggal lebih dulu). “Tapi saat itu ibunda bilang jangan dulu dirayakan lah, apalagi saat itu memang posisi kami anak-anaknya juga berjauhan. Dan akhirnya puji Tuhan tahun ini baru terlaksana,” ungkap Evi.
