“Tahun ini ada tambahan sebanyak 196 km jalur sepeda dibangun. Sebelumnya sudah ada 103 km, artinya ada sekitar 301 km jalur sepeda yang akan terbangun sampai dengan akhir tahun 2022. Dengan demikian tentu kita harus melakukan evaluasi terkait dengan efektivitas jalur yang terproteksi itu bisa optimal pemanfaatannya. Jadi semuanya sepakat jalur sepeda yang tahun ini dibangun lebih kurang 300 km itu akan dilakukan evaluasi secara komprehensif,” terangnya.
Kemudian, Syafrin menambahkan bahwa salah satu aspek evaluasi terhadap jalur sepeda di Jakarta adalah aspek atau prinsip keselamatan, keamanan, dan kenyamanan.
“Itu yang penting dan utama bagi seluruh pengguna jalan. Hal ini tentu terkait dengan optimalisasi jalur sepeda, agar di beberapa ruas jalan itu masyarakat dari sisi pelanggaran lalu lintas jalur sepeda, bisa kita minimalisir. Termasuk di dalamnya kita bisa meningkatkan pengguna jalur sepeda di beberapa lokasi yang sudah dibangun,” ujarnya.
Ketua Komunitas Pesepeda ‘Bike to Work’ (B2W) Indonesia, Fahmi Saimima pun mengapresiasi langkah dan upaya Pemprov DKI Jakarta untuk terus berkomitmen mengoptimalkan pembangunan jalur sepeda agar lebih efisien dan efektif. Ia menjelaskan, kunjukan komunitas ‘Bike to Work’ dilakukan sebagai bentuk silaturahmi dan kontrol publik untuk memastikan pembangunan jalur sepeda di Jakarta dapat diimplementasikan secara optimal dan berkelanjutan. (pin)
