
Ipol.id melansir dari literasiislam.com, saat itu, Sri Sultan ‘Ala’uddin Manshur Syah merupakan sultan terkuat di Asia Tenggara pada awal abad ke-19. Sang sultan Aceh ini, telah menyaksikan bagaimana negeri-negeri Islam di belahan Asia Tenggara jatuh dicaplok oleh kekuatan imperialis Belanda.
Kedatangan veteran Padri ke Istana Darud Dunya yang membawa surat tentang kabar mengecewakan di Minangkabau, makin menggelisahkan Sultan Manshur Syah akan nasib negeri-negeri Islam di Nusantara.
Disebutkan dalam surat itu, Palembang dan Padang sudah dicaplok, dan sultan-sultan mereka dibuang. Uniknya, surat serupa tak hanya datang dari Minangkabau. Segenap pembesar negeri Jawa, Bugis, Bali, Kalimantan, dan Palembang; yakni semua negeri yang sudah dipukul Belanda, mengirim surat serupa guna meminta tolong kepada Paduka yang berdaulat di Bandar Aceh.

