“Nah keberadaan trase LRT Jakarta akan mensuport demand tersebut menuju ke wilayah Jakarta lainnya, termasuk berpotensi untuk diteruskan ke Dukuh Atas,” katanya.
Sebelumnya, lanjut Harris, Pemprov DKI Jakarta berencana meneruskan proyek LRT Jakarta pada trase eksisting ke Jakarta International Stadium (JIS). Pada saat itu, jelasnya, Pemprov DKI Jakarta menitikberatkan pada aspek “transportasi to promote” dimana LRT tersebut untuk promoting kawasan Jakarta Utara dan sekitarnya dan terutama support untuk JIS.
“Jika ditanya mana yang lebih penting, semua penting, tapi jika prioritas saat ini adalah bagaimana moda share angkutan umum di DKI Jakarta ini bisa mencapai ideal, yaitu 60%, maka “transport to service demand” lebih tepat,” jelasnya.
Terpisah, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ismail memastikan proyek LRT Jakarta akan didanai secara mandiri oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pendanaan itu diberikan secara bertahap ke PT Jakarta Propertindo dalam bentuk PMD.
“Kalau dari pembahasan kemarin, yang saya tangkap, (proyek LRT Jakarta) murni kita. Berbeda dengan MRT yang memang dari awal sudah menjajaki dengan investor, yang awal dengan JICA, fase selanjutnya sudah menjajaki dengan Korea dan Inggris. Kalau LRT, saya nggak melihat penjajakan itu,” katanya. (Pin)

