“Untuk memaksimalkan potensi festival yang ada kita perlu perizinan, juga perlu mitra-mitra kerjasama, akan lebih baik apabila ini dalam bentuk sebuah perkumpulan, kelompok sadar wisata yang bernama pecinan glodok.
Andre juga menyebut Pokdarwis Pecinan Glodok akan memaksimalkan potensi festival, karena area wisata tanpa ada aktivasi kegiatan seperti makan kurang garam.
“Adanya festival itu akan menambah poin bagi wisatawan untuk datang. Sekaligus mengelakan budaya Tionghoa kepada masyarakat luas,” tutur Andre.
Ia menambahkan, pihaknya juga kaan mengadakan kegiatan wisata sejarah dan budaya di masing-masing tempat yang bisa menyentuh kaum milenial, anak-anak sekolah, guna membangun semangat kebangsaan.
Sebelumnya, kawasan Pecinan Glodok telah menorehkan prestasi dengan menjadi nominasi 50 besar dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 pada Juni lalu.
Lewat ajang tersebut pun, Pecinan Glodok sebagai wakil satu-satunya dari Provinsi DKI Jakarta berhasil menjuarai kategori toilet umum terbaik ADWI 2022. (Rian)

