Dia menjelaskan, salah satu yang tengah difokuskan pihaknya saat ini, yaitu terkait pengelolaan sampah. Pngelolaan di DAS Citarum harus dilakukan secara bersama-sama sehingga sungai bisa kembali bersih dan terbebas dari pencemaran.
“Pengelolaan sampah tak hanya dilakukan oleh satu sektor saja, perlu adanya kolaborasi,” katanya.
Sebelumnya, Sungai Citarum sempat dinobatkan sebagai sungai terkotor di dunia. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengatasi permalasahan tersebut salah satunya dengan program Citarum Harum ini.
Ke depannya, dari Kota, Kabupaten Jawa Barat ada tanggung jawab masing-masing, oleh karena itu hari ini dilakukan percepatan.
Persoalan sampah ini dilakukan dengan terobosan. Kendalanya adalah kekurangan lahan. Karena itu, Kementerian PUPR sepakat akan hal ini.
Sebab, menurut dia, jika tidak ada terobosan maka sampah yang dibahas bertahun-tahun tidak akan selesai. “Mengatasi krisis lingkungan perlu keroyokan dan kerja sama. Itulah kearifan lokal,” ucapnya.
