Sebab, dari 27 kepala keluarga (KK) yang bermukim di dekat Sekolah Embun Pagi, seluruhnya memiliki anak-anak kecil yang kerap bermain di jalan lingkungan Gang Haji Wawang II.
“Kemarin sebelum roboh itu tembok sudah lama miring, dua minggu terakhir makin parah miringnya. Sampai akhirnya roboh, untung enggak ada korban. Pihak sekolah yang datang baru security,” kata dia.
Awak media sudah berupaya mengonfirmasi kasus tembok rumah warga yang roboh kepada pihak Sekolah Embun Pagi, tapi belum ada perwakilan yang bersedia memberi keterangan. (Joesvicar Iqbal)

