“Nanti kalau memang mereka (pihak sekolah) kurang tenaga mau saya bantu kerahkan PPSU Kelurahan. Kalau rumah yang terdekat dan terdampak (akses jalannya) sekitar 10-20 rumah,” ungkap Rasikin.
Terkait rumah warga di Gang Haji Wawang II, menurut Rasikin, tidak ada yang terdampak material puing tembok Sekolah Embun Pagi. Sehingga kejadian hanya berdampak pada akses jalan.
Padahal selain pembersihan puing tembok yang menutup akses jalan, warga Gang Haji Wawang II juga masih menunggu masalah ganti rugi dua rumah dan satu unit mobil yang rusak tertimpa.
Warga RT 08/RW 08, Susi, 45, mengatakan, hingga kini belum ada pertemuan antara warga dengan pihak Sekolah Embun Pagi untuk membahas ganti rugi rumah yang rusak dan mencegah kejadian serupa.
“Padahal kita (warga) enggak minta apa-apa. Mereka mau bangun apa juga kita enggak minta sembako, uang gitu. Cuma yang penting enggak ada kejadian lagi, karena banyak anak-anak,” tegas Susi.
Dikhawatirkan warga, lanjut Susi, hanya bila tembok pembatas sekolah dengan permukiman warga tersebut kembali roboh menimbulkan korban.

