IPOL.ID – Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily menyatakan menolak pemilihan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) yang ditunjuk langsung oleh Menteri Agama (Menag).
Ace menyatakan bahwa rektor bukan jabatan politis yang harus dipilih oleh pejabat politik.
Pada era Menag Lukman Hakim Saifudin, Ace sebenarnya sudah mempertanyakan mekanisme pemilihan rektor itu pada 2014 lalu.
“Soal sistem pemilihan Rektor untuk Perguruan Tinggi di bawah lingkungan Kementerian Agama RI, yaitu UIN, IAIN dan STAIN yang menggunakan Peraturan Menteri Agama Nomor 68 pernah kami pertanyakan dalam Rapat Kerja dengan Menteri Agama di era Pak Lukman Hakim Saifudin. Saya pernah menyampaikan agar aturan itu direvisi karena terkesan pemilihan itu sangat politis,” kata Ace dalam keterangannya dikutip pada Rabu (16/11).
Ace tidak sepakat mekanisme pemilihan Rektor UIN dengan mekanisme penunjukan langsung Menteri Agama setelah melalui proses seleksi tiga besar.
Dia menganggap memilih Rektor itu bukan jabatan politis yang harus dipilih oleh pejabat politik.
