Ke depan, lanjut Lindsey, dirinya berharap agar Pemprov DKI lebih gencar lagi mensosialisasikan budaya Betawi, salah satunya dengan membuat produk ikonik yang mudah didapatkan oleh para pelancong di Jakarta.
“Misalnya Pemprov membuat semacam maskot atau merchandise khas Betawi yang mudah di dapatkan oleh pendatang atau turis sebagai oleh-oleh atau buah tangan khas Betawi. Lebih bagus lagi itu free ketika mereka masuk Bandara, stasiun dan sebagainya karena ini akan berkesan serta mengenali ikon Betawi,” ucapnya.
Selain itu, Lindsey mengungkapkan pentingnya menguatkan seni dan budaya Betawi melalui berbagai event yang dilaksanakan secara rutin dan bergilir, serta melibatkan kelompok milenial dan gen-z, sebagai generasi penerus yang harus melek budaya.
Arus digital, kata Lindsey, berpotensi mendisrupsi sosial dan budaya Indonesia, terutama pada kelompok milenial dan gen-z tersebut, sehingga dikhawatirkan seni dan budaya Betawi terputus di zaman ini.
“Untuk itu peran kita semua bagaimana arus digital ini dimanfaatkan sebaik dan se-bijaksana mungkin agar sosial dan budaya kita tetap terjaga, terutama pada kelompok milenial dan gen-z,” sebutnya

