Sementara itu, Ibnu menyebut bahwa motif dari bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, adalah kebencian pelaku terhadap aparat kepolisian.
“Pelaku melakukan serangan dengan sasaran anggota Polri yang sedang melaksanakan apel pagi, dengan tujuan atau motivasinya untuk anggota kita lebih banyak korban, motif dari pelaku adalah kebencian terhadap aparat kepolisian,” terangnya.
Teror bom ini mengakibatkan 11 orang menjadi korban, satu anggota Polsek Astana Anyar meninggal dunia, sembilan anggota Polsek mengalami luka-luka, dan satu masyarakat mengalami luka-luka.
Polisi masi terus mendalami teror bom ini dengan meminta keterangan 18 orang saksi, yang terdiri dari enam anggota Polsek Astana Anyar, sembilan masyarakat, dan tiga keluarga pelaku. (Far)
