“Di dalam motif memang kelihatan ada seperti rantai. Bercerita tentang motif Tobaru serupa dengan KTT G20. Bagaimana keterikatan satu sama lain karena orang itu kan tidak bisa hidup sendiri, harus saling bantu,” imbuhnya.
Harga kain tenun Tidore ini berkisar Rp500 ribu hingga Rp2 juta. Rata-rata untuk satu kain tenun butuh pengerjaan selama dua bulan.
“Khusus untuk acara KTT G20 saya mendapat pesanan 30 lembar kain tenun dari Kementerian Keuangan dengan total harga Rp19 juta. Sementara untuk omset bulanan sebesar Rp40-45,” tuturnya.
Warisan yang Sempat Hilang
Melahirkan kembali tenun Tidore yang sudah punah ratusan tahun sungguh bukan pekerjaan main-main. Anita Gathmir menjelaskan, Rumah Tenun mulai memproduksi kain sejak 2018. Berangkat dari rasa kehilangan Anita akan kekayaan kain dari leluhurnya. Ia mengawalinya dengan mencari foto koleksi kesultanan dan menanyakan ke sejumlah orang tua soal kain tenun tersebut.
“Kalau orang-orang seumuran saya 40-50 tahun tidak banyak yang tahu. Bahkan mereka bilang Tidore tidak punya kain. Tapi kalau umur 80 ditanyain hampir semua tahu bahwa kita punya. Di Tidore anak-anak muda kita libatkan untuk mencari. Dapatlah foto hitam putih dari arsip Belanda,” katanya.
