“Orang tua saya adalah orang Maroko dan kakek nenek saya juga orang Maroko. Tiap kali saya ke sana saya tidak bisa berkata-kata soal perasaan saya, itu adalah rumah saya. Belanda juga rumah saya, tetapi Maroko spesial,” ucap Amrabat.
Menurut salah satu pemantau bakat Maroko di Belgia Noureddine Moukrim, pendekatan dilakukan sejak dini dan tidak pernah ada paksaan.
“Yang ada adalah diskusi yang jujur dengan pemain dan keluarga mereka,” ujar Moukrim.
Kebijakan Maroko mendatangkan pemain-pemain kelahiran luar negeri sempat mendapat kritik dari pemain ‘asli’.
“Sebelum Piala Dunia kami mendapat banyak masalah soal pemain kelahiran Eropa dan yang tidak lahir di Maroko dan banyak jurnalis bertanya, ‘Kenapa tidak memainkan pemain kelahiran Maroko?’,” ujar pelatih Walid Regragoui.
“Hari ini kita melihat semua orang Maroko [yang lahir di manapun] adalah orang Maroko. Ketika berbicara soal timnas dia rela mati, rela berjuang. Sebagai pelatih, saya lahir di Prancis, tetapi tak ada yang meragukan hati saya untuk negara ini,” sambungnya.
