Kemenangan ini disyukuri oleh Jojo, mengingat lawan yang dihadapi memberikan perlawanan yang luar biasa. Tidak hanya itu waktu recovery yang lumayan begitu mepet dengan pertandingan membuat Jojo kurang bisa beradaptasi dengan kondisi lapangan.
“Puji Tuhan bisa kembali bermain di Istora dan didukung suporter indonesia yang luar biasa. Setiap main di Indonesia pasti tidak lepas dari nervous karena penonton yang begitu luar biasa,” kata Jojo
“Pada gim pertama memang adaptasinya mungkin agak sedikit lambat karena kondisi angin dan shuttlecock mungkin agak berbeda dengan uji coba pas latihan,” ungkap Jojo.
Kemenangan ini membangkitkan kepercayaan diri Jonatan seusai di turnamen terakhir pada India Open 2023, tunggal putra andalan Indonesia itu harus bertanding keras menghadapi Viktor Axelsen (Denmark).
Langkah Jojo pada babak empat besar India Open 2023 itu harus terhenti di tangan tunggal putra rangking satu dunia itu dengan skor 6-21, 12-21.
“Mungkin faktor kelelahan juga berpengaruh karena baru sampai di Indonesia pada Senin (23/1/2023) siang. Setelah tiba di Jakarta, saya langsung berlatih untuk tes lapangan. Kaki dan badan saya masih terasa lelah,” tambah Jojo.
