Sementara itu, Muhamad Shiroth, mengungkapkan, tiga cara yang dilakukan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas dan pemulihan ekonomi di Jakarta. Cara ini dilakukan untuk merespon bauran kebijakan dalam menjaga stabilitas makroekonomi baik secara internal, seperti tingkat inflasi kembali ke sasaran 3±1 persen serta defisit fiskal lebih rendah dari 3 persen PDB.
“Koordinasi dan sinergi bersama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka pengendalian inflasi, mendorong pemulihan ekonomi, serta digitalisasi dan keuangan inklusif,” papar Shiroth.
Guna mempercepat pemulihan ekonomi misalnya, Shiroth menyebutkan Pemprov DKI Jakarta terus mendorong peningkatan investasi melalui Jakarta Investment Forum dan promosi proyek-proyek potensial di luar negeri yang bekerja sama dengan kedutaan besar negara sahabat.
“Salah satunya yang saya ikuti tahun lalu adalah promosi terkait proyek Transit Oriented Development (TOD) bersama PT MRT Jakarta yang mendapat sambutan positif dari pengusaha-pengusaha di Jepang. Ini juga tindak lanjut dari kunjungan Presiden dan Kementerian Perhubungan,” kata Shiroth.
