Salah satu langkah Humas Polri dalam menjalankan fungsinya membuat agenda setting dan komunikasi manajemen krisis. Mengacu apa yang terjadi pada Tahun 2022.
Apalagi, Tahun 2023 sudah memasuki tahun politik, belajar pada pemilu 2019 akan muncul banyak berita hoax di media sosial.
“Selain media online, kami juga menyentuh media sosial. Di Tahun 2023 menjadi rujukan masyarakat juga karena ini tahun politik. Tingkat berita hoax meningkat, pengalaman Tahun 2019,” bebernya.
Untuk agenda setting terdekat yang akan dilakukan yaitu persiapan operasi ketupat. Menurutnya, jika pelaksanaan operasi ketupat yang dilakukan Polri berhasil, maka tingkat kepercayaan publik akan meningkat.
“Target kami jika operasi ketupat berhasil maka public trust pada bulan Juli nanti bisa mencapai 70 persen,” harap Dedi.
Kadiv mengatakan, Divisi Humas Polri juga terus membangun komunikasi dengan perusahaan media dalam bentuk kunjungan. Hal ini dilakukan untuk membangun sinergitas antara Polri dengan media.
“Hubungan emosional dan networking kepada teman-teman media atau wartawan juga tetap dijaga dan dilakukan agar komunikasi bisa berjalan lancar,” tambahnya.
