
Prototipe ini pun memiliki tampilan gambar kaya warna yang realistis layaknya dunia nyata. Selain itu prototipe ini juga dilengkapi fungsi gambar pop-up yang menampilkan dunia nyata di sekitarnya di jendela terpisah di bagian ruang VR. Pemfokusan gambar dicapai dengan mengubah ketebalan lensa polimer, yang berarti pemfokusan jauh lebih cepat daripada kamera konvensional.
Bahkan saat posisi fokus berpindah, sudut pandang (jangkauan yang dapat dilihat) tetap sama, yaitu berkurangnya rasa pusing dan mual (motion sickness). Selain itu, headset ini memiliki dua kamera B/W untuk mendukung fungsi pelacakan tangan (Hand tracking) yang mengenali gerakan tangan pengguna dan mengubahnya menjadi pengoperasian di bidang yang terlihat.
“Fungsi ini memungkinkan pengoperasian yang intuitif tanpa memerlukan pengontrol. Dengan dimulainya pengembangan ini, Sharp akan mempercepat penciptaan pengalaman baru yang menggabungkan dunia nyata dan virtual,” ungkap Robert Wu selaku CEO Sharp Corporation.
Prototipe ini perkenalkan di acara CES 2023, salah satu pameran teknologi terbesar di dunia yang diselenggarakan pada 5 Januari 8 Januari 2023. (Ahmad)
