“Apa yang harus saya sampaikan kepada mereka kalau setelah satu tahun saya pergi? Kemudian, nanti mereka tidak lagi percaya kepada proses demokrasi karena yang bertanda tangan untuk mengikuti pemilu, begitu saja meninggalkan,” ujar Anies.
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno menyebut ada perjanjian antara Anies, Prabowo Subianto, dengan dirinya.
Sandi enggan mengungkap isi perjanjian itu. Namun, berbagai spekulasi muncul di publik. Perjanjian itu dikaitkan dengan kabar Anies tak boleh nyapres selama Prabowo mencalonkan diri.
Isu berkembang ke persoalan utang dana kampanye pilkada. Anies disebut utang Rp50 miliar kepada Sandi. Namun, Anies membantah kabar tersebut. (bam)
